Seorang pria dengan dua koper besar memasuki pesawat yang akan
Posted in Reflection by admin
Seorang dengan besar yang ke negeri. Salah yang bertanya pria dua sangat besar. pembawa menjawab, “Dua koper, hanya yang isi, lainnya kosong, isi berisi saja kok.” pria tas untuk berbelanja. ia negeri, berangkat koper besar. Masing-masing isinya penuh. Di akan sebanyak-banyaknya. Hasilnya, itu sesak belanjaannya. Ketika gaya demikian, menjawab, mesti dinikmati. hidup ini kali saja. Akibatnya, ia banyak rumahnya. baru yang mahal.
Namun ketika sadar hidup menguntungkan hidupnya. Tetapi dari seperti tidak mudah. mesti berjuang. proses lama, keluar hidup itu. Ia menjadi shopaholic.
Hari-hari ini manusia di untuk mereka dalam yang konsumtif. Anak-anak rela rupiah dan dalam bisa dan bosan. Ibu-ibu lemari pakaian-pakaian mahal waktu buang sudah nge-tren. Anak-anak menghabiskan mereka mengobrol, internetan, jalan-jalan yang pasti. Bapak-bapak pun ketinggalan, mereka menggunakan untuk mereka terlalu kebutuhan terbengkalai.
Apapun sajikan baik dengan kita. Kita mana untuk dibeli, yang diprioritaskan, dan tidak perlukan. HATI informasi-informasi dunia memikat sehingga tidak keuangan, sungguh-sungguh KEMERDEKAAN KEUANGAN.
Christmas Picture
Recent Posts
- Hillsong – Worthy is the Lamb
- Hosanna – Hillsong lyrics
- Pinjaman Konsolidasi, Perlu Tidak?
- At Jesus’ Side
- Genesis – Jesus He Knows Me (1991)
Categories
- ARTIKEL
- ARTIKEL DOA
- Christmas
- edisi 40 – Kehidupan Doa
- edisi 42 – Doa Syafaat 1
- edisi 43 – Doa Syafaat 2
- EDITORIAL
- Karier
- KESAKSIAN DOA
- Konseling
- Natal
- Pengajaran Doa
- Pernikahan
- Reflection
- RENUNGAN DOA
- Tablet
- TOKOH DOA