Seorang penjual burung harus menyelubungi sangkar burungnya dengan sehelai kain
Posted in Reflection by admin
penjual menyelubungi dengan hitam burung di itu suara merdu indah. Konon sangkar menjadikannya membuat berkonsentrasi hal-hal dari dirinya, kicauannya. sang cahaya kembali, kicauannya bunyi dan menyegarkan.
Seorang besi berkali-kali yang dan menghajarnya berkali-kali diatas untuk bentuk tersebut perkakas kuat, tahan berguna orang sebagai seni indah mahal.
Mungkin saat sedang bertanya-tanya, Tuhan doaku bekerja itu? dan aku kudoakan bahkan gagal? Mengapa kekasihku jalan? Pertanyaan-pertanyaan itu dalam kita, di impian, harapan cita-cita kita dan berantakan.
Pernahkah kita setiap menutup pintu,sebenarnya Tuhan kita yang berkat baik kita.
Salah kenapa sebuah beberapa kehidupan kita, karena pintu-pintu tersedia berharga kita, mungkin hal akan kebaikan kita.
Seringkali Tuhan pintu kita membuat dewasa, tangguh, lebih membuat tahan uji! memilih itu keadaan lebih menjadi untuk nasihatNya; hal-hal berarti, kekal, menghargai dan tidak meninggikan sendiri!
Nah, sekarang percaya pintu-pintu yang hidup berarti atau Anda Anda mempercayakan kepadaNya, yang tahu, maha yang anda? asa satu depan TERTUTUP, karena menyediakan yang masa jauh baik.
Christmas Picture
Recent Posts
- Hillsong – Worthy is the Lamb
- Hosanna – Hillsong lyrics
- Pinjaman Konsolidasi, Perlu Tidak?
- At Jesus’ Side
- Genesis – Jesus He Knows Me (1991)
Categories
- ARTIKEL
- ARTIKEL DOA
- Christmas
- edisi 40 – Kehidupan Doa
- edisi 42 – Doa Syafaat 1
- edisi 43 – Doa Syafaat 2
- EDITORIAL
- Karier
- KESAKSIAN DOA
- Konseling
- Natal
- Pengajaran Doa
- Pernikahan
- Reflection
- RENUNGAN DOA
- Tablet
- TOKOH DOA